Tuesday, September 24, 2019

Jadikan Buku Sebagai Kawan Kita


Buku bagian tak terpisahkan. Umumnya, buku seringkali dianaktirikan. Bagi kebanyakan orang, membaca buku adalah menjenuhkan. Tetapi tidak demikian bagi saya, buku memberikan spirit dan memerdekakan.

Banyak orang yang meresa merdeka padahal dirinya sedang dijajah. Karena belum merdeka maka ruang gerak mereka tetap sempit. Bukan dijajah dalam kontek negara, tapi yang menjajah mereka adalah kebodohan.

Banyak orang selalu merasa resah, menganggap orang lain salah sementara dirinya merasa benar. Perang saudara selalu hidup. Mereka tidak maju-maju seperti negara lain yang tiap hari memikirkan kemajuan, dengan menyusun teori kemudian mereka kembangkan menjadi ilmu pengetahuan, lalu mereka sumbangkan kepada dunia. Sementara kita sebagai konsumen. Disebabkan cara berfikir kita yang selalu dipersempit oleh kebodohan itu kita bukan memikirkan bagaimana cara kita berubah, tetapi dengan apa mereka bisa kalah.

Orang yang kesehari-hariannya selalu bersama buku maka dia tidak mudah menjadikan siapapun di sekitarnya serba musuh, yang tentu serba salah. Dengan cinta, mereka akan berfikir bahwa persatuan adalah bagian dari norma dan spirit agama. 


Buku itu harus jelas gurunya. Oleh karena guru sangat penting tidak hanya transfer knowledge, tapi akhlak.

Ayo gabung dengan kami bedah buku.


(*)